(Kominfo)
Sabtu, 13 Mei 2017
WALIKOTA TASIKMALAYA BUKA MUSDA KNPI
surat Kabar "DiNAMIKA REVIEW"-MENYUARAKAN KEPENTINGAN UMUM
Kamis, 11 Mei 2017
Kota - Kamis (11/05) atau tadi pagi Walikota Tasikmalaya membuka Musyawarah Daerah (Musda) DPD KNPI Kota Tasikmalaya. Musda Ke V KNPI Kota Tasikmalaya tersebut dihadiri juga Ketua DPD KNPI Jawa Barat H. Saca Suhendi, Ketua KNPI Cimahi, Sukabumi, Banjar, Garut, dan Wakil Walikota terpilih H. Muhamad Yusuf, Plt. Sekda Kota Tasikmalaya Ivan Dicksan Hasanudin serta Ketua dan para pengurus PK KNPI dari 10 Kecamatan yang ada di Kota Tasikmalaya, termasuk perwakilan 90 OKP dan tim peninjau Musda.
Walikota H. Budi Budiman mengatakan, peran KNPI itu harus mampu menghimpun puluhan OKP yang tergabung dalam organisasi KNPI, "Musda KNPI ini bukan hanya memilih Ketua dan pengurusnya, namun bagaimana organisasi ini mampu mempersiapkan program kegiatan tiga tahun mendatang untuk bisa bersinergi dengan Pemerintah Daerah yang menjadi mitra strategis dalam mendukung percepatan pembangunan di Kota Tasikmalaya,” katanya.
Walikota sangat mendukung kiprah KNPI Kota Tasikmalaya agar Bersinergis dengan Pemerintah, "Pemerintah siap membantu membangun Kantor gedung Sekretariat DPD KNPI Kota Tasikmalaya untuk lebih memaksimalkan program-program kerja KNPI ke depan,” tandasnya.
ELAN SUMAELAN BERSAMA
(Kominfo)
(Kominfo)
Dr.H.Wasisto Hidayat.M.Kes BERCITA-CITA AGAR DI KIOTA TASIKMALAYA ADA UNIVERSITAS KEDOKTERAN
RSUD.DR.SOEKARDJO Sudah berkelas rujukan regional,3 bulan kedepan sudah mampu memasang ring jantung dan dua tahun yang akan datang rsud ini menuju rsud type A
Surat kabar “DiNAMIKA REVIEW” KOTA TASIKMALAYA
Jumat,12 mei 2017 ,dirut rsud.dr.soekardjo kota tasikmalaya (dr.H.WASISTO HIDAYAT MKes) menyampaikan bahwa rumah sakit umum daerah dr.soekardjo kota tasikmalaya ini sekarang adalah sudah menjadi rumah sakit rujukan regional untuk wilayah se-priangan timur,artinya dari seluruh rumah sakit yang ada di priangan timur semua pasien yang hendak di rujuk ke rumah saskit hasan sadikin Bandung harus melalui rujukan dari rumah sakit rsud.dr.soekardjo terlebih dahulu
Yang mana menurut Dirut RSUD LULUSAN UNIVERSITAS GADJAH MADA ini sudah mendapat SK GUBERNUR Dan SK menteri kesehatan Pada tahun 2015 lalu,dengan status yang di sandang oleh rsud .soekardjo kota tasikmalaya sebagai rumah sakit rujukan regional tentunya sudah di dukung oleh sumber daya manusianya dan harus lebih tinggi daripada rumah sakit yang lain yang berada di wilayah priangan timur,dimasa yang akan datang dirut rsud.dr.soekardjo yaitu DR.H.WASISTO HIDAYAT MKes bercita-cita dengan pencapaian dari tahapan –tahapan yang semakin maju dan meningkat dari rsud type B menjadi rsud type A selanjutnya akan jadi cikal-bakal menuju rumah sakit pendidikan yang harapan kedepannya di kota tasikmalaya ini ada Yang namanya UNIVERSITAS KEDOKTERAN,
Selanjutnya tentang sarana dan prasarana sudah mulai dipersiapkan termasuk peralatan untuk pemasangan ring jantung (E-KATALOG RING JANTUNG),bantuan gubernur jabar ,begipula infrastruktur bangunan rsud.DR.soekardjo akan terus kita benahi termasuk ruangan –ruangan nya ,sedang untuk pembayaran pasien nya memakai sistim ring bpjs,jadi buat masyarakat juga di himbau agar mengurus bpjs,nanti kalau rsud.Dr.soekardjo ini sudah megah ini adalah bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang tidak mampu atau masyarakat mohon maaf miskin yang memakai pembayaran nya ring bpjs,terkecuali pasien umum tetap bayar ,di tambah kan lagi terkait kenaikan tarip pasien itu juga di berlakukan bagi pasien yang daftar umum ,jelas dirut RSUD DR.SOEKARDJO pada team liputan saat wawancara di runagan kantornya .
Liputan :Elan sumarlan/ary siadari korwil
asik selatan :surat kabar"DiNAMIKA REVIEW"MENYUARAKAN KEPENTINGAN UMUM
Dalam rangka menyambut Perayaan Hari Besar Islam ( PHBI) Isra dan mi'raj nabi Muhammad SAW
Mts Bahrul Huda Pamayang sari menggelar acara rajabiyah tingkat SD se sekecamatan cipatujah .Yang dilaksanakan pada Hari : Kamis,20 april 2017 Tempat : Mts Bahrul Huda Pamayang sari Tema yang di usung adalah dengan talenta kita wujudkan generasi yang shaleh.Perlombaan yang di tampilkan
1. Kosidah,2. Pidato,3. Hapalan ayat suci al- Quran
Maksud dan tujuan di adakan rajabiyah sd se- kecamatan cipatujah ini
Adalah untuk nu melihat potensi atau talenta dalam segi ilmu agama ataw ahlak supaya mewujudkan generasi muda yang shaleh
Ujang MASIUN
Bintek Kurikulum 2017 dan Woksop Oahraga materi pemebelajaran tingkat kabupaten tasikmalaya.
Tasik Selatan :surat kabar “DiNAMIKA REVIEW”-Menyuarakan kepentingan umum-
Woksop Oahraga materi pemebelajaran tingkat kabupaten tasikmalaya.
Yang di selenggarakan di Kecamatan Cipatuajah wilayah Tasik selatan.
yang di ikuti 17 Kecamatan dan Kurang lebih di ikuti 300 peserta yang di laksanakan pada :Hari : Kamis Tanggal : 27 April 2017,Tempat : SDN Sidangkerta,Kecamatan Cipatujah,Ketua pelaksana membahas tenTang Visi dan Misi,1. Untuk meningkatankan mutu pendidikan,2. Menambah peningkatan ilmu guru,3. Untuk mendapat kan sertifikat agar bisa membantu proses kenaikan pangkat guru dan lain sebagainya.
liputan ujang masiun
BUPATI TASIKMALAYA RESMIKAN RUMAH PINTAR PEMILU

SURAT KABAR"DiNAMIKA REVIEW"MENYUARAKAN KEPENTINGAN UMUM
Peran serta masyarakat dalam mengikuti Pemilihan Umum saat ini perlu ditingkatkan agar proses demokrasi di Indonesia dapat berjalan dengan baik dan dapat menghasilkan para pemimpin yang berkualitas sesuai keinginan masyarakat. Hal tersebut disampakan oleh Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum saat meresmikan Rumah Pintar Pemilu (RPP) yang berlokasi di Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Tasikmalaya, Jl. Raya Pemda Bojongkoneng, Singaparna, Selasa (9/5/17). Hadir pada acara tersebut Ketua KPUD Jawa Barat Dr. Yayat Hidayat, M.Si., Ketua KPUD Kabupaten Tasikmalaya Deden Nurul Hidayat, para Komisioner KPUD Kabupaten Tasikmalaya, sejumlah Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, dan tamu undangan lainnya.
Bupati menambahkan, suara yang diberikan masyarakat dalam pemilu sangatlah berharga, karena nasib bangsa sangat ditentukan oleh partisipasi masyarakat dalam pemilu.”Saat ini banyak ketidakpuasan disampaikan oleh masyarakat karena tidak puas terhadap kinerja pemimpin di sebuah daerah. Tetapi pada dasarnya peran aktif masyarakat pun perlu dipertanyakan, apakah mereka telah memberikan suaranya dalam pemilu sehingga dapat melahirkan pemimpin yang baik menurut pandangan mereka, “ ujar Bupati.
Bupati mengharapkan peran aktif seluruh lapisan masyarakat dalam menyosialisasikan pentingnya keikutsertaan masyarakat dalam pemilu, termasuk didalamnya peran aktif para ulama agar mereka dapat menggerakan masyarakat untuk ikut dalam setiap perhelatan pemilu baik di tingkat daerah maupun di tingkat pusat.
Senada dengan Bupati, Ketua KPUD Provinsi Jawa Barat Dr. Yayat Hidayat, M.Si mengatakan, tingkat partisipasi masyarakat dalam mengikuti Pemilu yang semakin menurun perlu diantisipasi oleh penyelenggara pemilu khususnya KPUD agar terus meyosialisasikan setiap penyelenggaraan Pemilu kepada masyarakat. Dengan meningkatnya kuantitas partisipasi masyarakat, diharapkan kualitas demokrasi di Indonesia dapat meningkat.
Menurut Ketua Ketua KPUD Kabupaten Tasikmalaya Deden Nurul Hidayat, dengan berdirinya RPP diharapkan menjadi wadah pendidikan politik bagi masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya. “ Dengan adanya wadah informasi tentang pemilu di satu tempat, seluruh elemen masyarakat dapat mengakses informasi pemilu dengan efektif dan efisien. Fasilitas yang ada di RPP dilengkapi dengan informasi yang dapat yang menjelaskan gambaran umum tentang pemilu berupa alat peraga, ruang pamer, dan ruang konstitusi yang merupakan informasi tentang sejarah demokrasi di Indonesia, “ papar Deden.
Dengan hadirnya RPP, Deden berharap masyarakat akan teredukasi dan akan menyalurkan suaranya pada setiap hajatan pemilu, terutama dalam waktu dekat akan dilaksanakan Pemilihan Gubernur Jawa Barat yang akan dilaksanakan pada Bulan Juni 2018.
YULI(KABIRO KABUPATEN TASIKMALAYA)
BERSAMA
DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN TASIKMALAYA
Kepala Dinas DPMDPA dan KB Kabupaten Tasikmalaya H.Wawan Efendi LAKSANAKAN BIMBINGAN TEKNIS ALOKASI DANA DESA
SURAT KABAR"DiNAMIKA REVIEW"MENYUARAKAN KEPENTINGAN UMUM
Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan kemampuan kepala desa dan aparatur desa pada umumnya dalam mengelola keuangan desa, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berenca (DPMDPA dan KB)menyelenggarakan Bimbingan Teknis Alokasi Dana Desa berlangsung di Ball Room Hotel santika Kota Tasikmalaya, Senin (8/5/17). Acara tersebut diikuti oleh seluruh Kepala Desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Kepala Seksi Pemerintahan pada Kecamatan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, menghadirkan nara sumber Mantan Kepala BKKBN Provinsi Jawa Barat Drs. H. RukmanHeryana, M.Si., dan pembicara dari Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan
(BPKP) Jawa Barat Bina Retina dan Bayu Supriadi.
Dalam sambutannya Kepala Dinas DPMDPA dan KB Kabupaten Tasikmalaya H.Wawan Efendi mengatakan, Alokasi dana desa diberikan kepada setiap desa merupakan amanah dari Undang-Undang yang bertujuan untuk kegiatan operasional di Desa, baik yang dialokasikan untuk penghasilan tetap (Siltap) aparatur Desa, peningkatan pelayanan kepada masyarakat, dan pembangunan infrastruktur.
Menurut Wawan, Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya mulai Tahun Anggaran 2017 telah menyalurkan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar 10 % dari dana perimbangan setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan demikian kewajiban pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terhadap desa telah terpenuhi sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 Tentang Desa dan Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 Tentang Pengelolaan Keuangan Desa.
Ia berharap agar dana yang diterima desa dapat dimanfaatkan sesuai ketentuan, artinya bahwa setiap peruntukan dari ADD di luar siltap yang telah dimusyawarahkan yang difasilitasi oleh badan permusyawaratan Desa (BPD) dengan melibatkan tokoh masyarakat, aparatur desa, dan tokoh pemuda, sehingga keputusan yang diambil sudah mencerminkan aspirasi masyarakat. “kami tidak ingin mendengar bahwa kegiatan yang dilaksanakan di desa berdasarkan keputusan sepihak yang akan berdampak pada konflik di masyarakat yang entunya akan mengganggu stabilitas roda pemerintahan desa, ”tegas wawan.
Wawan menambahkan Bintek dilsaksanakan untuk peningkatan kemampuan SDM di desa agar mampu merngelola keuangan, “perlu diadakan pelatihan-pelatihan agar penggunaan keuangan desa trasparan, akuntabel dan cepat dalam melakukan laporan keuangan ke tingkat Kabupaten, karena selama ini yang menjadi terhambatnya dana desa untuk cair antara lain akibat terlambatnya laporan keuangan dari tingkat Kabupaten ke tingkat Pusat, kami menunggu laporan dari Desa, ” ujar Wawan.S
Menyikapi terlambatnya laporan keuangan dari Desa ke tingkat Kabupaten, Kepala Desa Sukaraja Kecamatan Rajapolah Andi Lala, mengungkapkan keterlambatan pelaporan dapat mengakibatkan terhambatnya proses pembanguna di wilayahnya. Tetapi dengan meningkatnya kemampuan dalam mengelola keuangan dengan mengikuti Bimtek, pihaknya meyakini proses pelaporan dapat diatasi secepatnya.
YULI(KABIRO KABUPATEN TASIKMALAYA)
BERSAMA
DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN TASIKMALAYA
Foto Mas Ary Siadari.
Foto Mas Ary Siadari.
Jumat, 12 Mei 2017
PROFIL SMPN 21 KOTA TASIKMALAYA SERTA VISI DAN MISI NYA
Menjadi lembaga yang unggul dalam prestasi akademik dan non akademik yang
dilandasi Iman, Taqwa dan budaya serta akhlak mulia
Misi Sekolah
a. Mengoptimalkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dalam rangka peningkatan prestasi akademik
b. Mendorong siswa menggali potensi dirinya untuk meningkatkan motivasi berprestasi dalam bidang non akademik
c. Membina akhlak dan budi pekerti yang luhur seluruh komponen sekolah
a. Menumbuhkembangkan penghayatan dan pengamalan ajaran agama yang dianut dan budaya bangsa sehingga menjadi sumber kearifan dalam bertindak
b. Meningkatkan kediplinan bagi seluruh komponen sekolah
c. Memelihara dan meningkatkan sarana dan prasarana sekolah dalam upaya peningkatan pelayanan dan mutu pendidikan
d. Melaksanakan pelatihan keterampilan secara maksimal
e. Memotivasi siswa mengenali potensi dirinya untuk meningkatkan motivasi belajar dalam bidang akademik dan non akademik
f. Membentuk lingkungan sekolah yang sehat dan dinamis
Tujuan sekolah
1. Terselenggaranya Proses Belajar Mengajar yang sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Administrasi sekolah yang lengkap
2. Meningkatkan profesionalisme, disiplin, etos kerja, dedikasi, loyalitas dan tanggung jawab seluruh komponen sekolah
3. Meningkatkan prilaku akhlak mulia bagi peserta didik
4. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan minat dan bakat peserta didik
5. Mengembangkan kepribadian manusia yang utuh bagi peserta didik
6. Mempersiapkan peserta didik sebagai bagian dari anggota masyarakat yang mandiri dan berguna
7. Mempersiapkan peserta didik dalam rangka melanjutkan pendidikan lebih lanjut
8. Meningkatkan seluruh komponen sekolah mempunyai tingkat kedisiplinan yang tinggi
9. Meningkatkan budaya mutu di lingkungan sekolah
10. Menjadikan lingkungan sekolah yang sehat, aman, bersih dan nyaman
Berkat Kerjasama semua pihak Lapangan Multiguna SMPN 21 Kota Tasikmalaya akhirnya terwujud walaupun masih belum sempurna. Terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat, yakni : Siswa-siswi, masyarakat, komite sekolah, para guru.
A. Sejarah Singkat
Pada tahun 1994/1995 SMP Negeri 21 Tasikmalaya merupakan kelas jauh SMP Negeri 2 Cibeureum berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 291/0/1999. Kegiatan belajar mengjar bertempat di SD Tirtayasa Setiawargi, kurang lebih berjalan 5 tahun. Pada tanggal 20 Oktober 1999, ditetapkan menjadi SLTP Negeri 4 Cibeureum Tasikmalaya.
Berkat kerja sama dan partisipasi Tokoh agama (toga) dan tokoh masyarkat (tomas) Setiawargi serta Pemerintah Tasikmalaya (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, sejak tahun pelajaran 2000/2001 penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan secara mandiri dimulai dengan menggunakan fasilitas bangunan seluas 1391.242 m2 di atas tanah milik Pemerintah Kota Tasikmalaya, berdasarkan surat kepemilikan (Sertifikat) Nomor 10.18.1102.0005, seluas 555980 m2, status bangunan MGB, Luas halaman 4744.883 m2.
Dalam pengelolaannya sejak bulan Juni tahun 2000 sampai dengan 4 Januari 2003 Hj Deti Hudriyah, BA ditetapkan sebagai Kepala Sekolah. Pada tahun 2002, berubah nama menjadi SLTP Negeri 21 Kota Tasikmalaya berdasarkan SK Wali Kota Tasikmalaya No. 420/Kep.81-Disdik/2002, tanggal 01 Agustus 2002. Pada tahun 2004 dengan mengacu pada Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 berubah nama menjadi SMP Negeri 21 Tasikmalaya.
Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Tasikmalaya, pasca kepemimpinan Hj. Deti Hudriyah, BA telah terjadi pergantian Kepala SMP Negeri 21 Tasikmalaya yaitu Drs. Ade Yoyo Sutaryo (5 Januari 2003 – 4 Januari 2004 ), Drs. Suparman (5 Januari 2004 – 13 Mei 2005), Drs. Agus Sutarli, M.Pd (13 Mei 2005 – 31 Maret 2007), Nanang Somadisastra, S.Pd, M.Pd (2 April 2007–21 Maret 2010 ), dan Yan Sofyan, S.Pd.,M.Pd (21 Maret 2010– 6 Juni 2012).
Tanggal 7 Juni 2012, saya diberi amanat untuk melanjutkan estafeta kepemimpinan pada SMP Negeri 21 Tasikmalaya NIS 20.1.32.77.72.021 berada di Jalan Setiawargi No. Tilp (0265) 7060091 Kelurahan Setiawargi Tamansari melalui SK Wali Kota Tasikmalaya Nomor 821/Kep.91/Kepeg, tanggal 5 Juni 2012, dilanjutkan dengan serah terima jabatan pada tangal 12 Juli 2012 di hadapan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya dan disaksikan oleh seluruh kepala SMP Negeri dan Swasta se Kota Tasikmalaya, harus terus berupaya mempertahankan, meningkatkan mengembangkan, prestasi yang telah dicapai oleh para pendahulu.
B. Berpacu dengan Mutu
Nasehat yang sangat berharga khususnya bagi saya dari tokoh agama yang juga salah seorang yang tetap konsisten memperjuangkan pentingnya pendidikan sejak masa dirintisnya SMP Negeri 21 Tasikmalaya sampai sekarang, dan juga sebagai Ketua Komite SMP Negeri 21 Tasikmalaya, Ajengan Iding Unaedin, pada acara silaturahmi dengan para orang tua peserta didik baru tahun 2012/2013. Beliau mengatakan ” bapak kepala sekolah yang baru harus mebaca terlebih dahulu dengan seksama lingkungan sekolah yang bapak pimpin”.
Pernyataan itu tersirat makna perlunya introspeksi diri (Ibda bi nafsik) sebelum melakukan sesuatu, karena tuntutan masalah yang aka datang akan lebih berat lebih-lebih setelah mendapat Akrditasi dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BANS/M) pada bulan Oktber 2011 dengan nilai 86 (Amat Baik). Hal ini mengingatkan kepada warga SMP Negeri 21 Tasikmalaya terhadap pentingnya Evaluasi Diri Sekolah (EDS) secara mendalam,
Kelurahan Setiawargi Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya secara geografis terletak di Selatan Barat Daya Kota Tasimalaya dengan luas areal 1037 hektar, jumlah penduduk 10752 jiwa dari 3913 kepala keluarga, IPK 3,7% terendah di Kota Tasikmalaya, mata pencaharian penduduk bidang pertaian dan termasuk 90% penduduk miskin. Memiliki satu SMP Negeri yaitu SMP Negeri 21 Tasikmalaya (sumber: Amas, Sekretaris Keluarahan Setiawargi, tanggal 27 Agustus 2012), posisi wilayah tersebut dimana SMP Negeri 21 Tasikmalaya berada di dalamnya menjadi sumber analisis dalam Proses Belajar Mengajar.
Berbekal sumber daya Guru/PNS sebanyak 25 orang dan 1 orang tenaga honorer, sebagian besar mengajar mata pelajaran sesuai dengan yang diampu dan secara akademis telah memenuhi standar strata 1 (S-1), bahkan 4 orang di dalamnya Strata 2 (S-2), Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) 3 orang PNS merupakan garda terdepan dalam memfasilitasi proses belajar mengajar peserta didik, serta sarana prasarana sebagai sumber daya pendukung lainnya meskipun belum terpenuhi secara standar pelayanan minimal, namun secara betahap bantuan alat-alat pembelajaran, perbaikan fasilitas ruang kelas menjadi perhatian yang cukup baik, adalah potensi kekuatan dalam mengejar visi SMP Negeri 21 Tasikmalaya sehingga mampu mensejajarkan diri dengan SMP lainnya.
Berdasarkan Nilai Rata-rata Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Tahun pelajaran 2011/2012 yang lalu SMP Negeri 21 Tasikmalaya berada di posisi ke 21 untuk tingkat SMP Negeri/swasta sedangkan tingkat SMP Negeri berada pada posisi ke-15 dari 21 SMP Negeri di Kota Tasikmalaya.
Demikian pula prestasi non akademis yang telah diraih di tingkat kecamatan bahkan di Tingkat Kota Tasikmalaya SMP Negeri 21 Tasikmalaya antara lain
1. Juara 1 Lomba Gerak Jalan Hari Ulang Tahun PGRI Ke 55 Tingkat Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya.
2. Juara III Lomba Gerak Jalan Tingkat Desa Setiawargi Kecamatan Tamansari
3. Juara I Pa Lomba Gerak Jalan Peringatan 53 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia Tingkat Kecamatan Tamansari
4. Juara II Lomba Gerak Jalan Tingkat SLTP se-Kec. Tamansari
5. Juara II Lomba Gerak Jalan Tingkat SLTP se-Kec. Tamansari
6. Juara I Lomba Gerak Jalan Tingkat Desa Tamanjaya
7. Juara III Putri Lomba Gerak Jalan Tingkat SLTP se-Kecamatan Tamansari
8. Juara I Putri Lomba Gerak Jalan Tingkat SLTP se-Kecamatan Tamansari
9. Juara III Putra LT III Tingkat Kecamatan Tamansari Tahun 2000
10. Juara III Putra LT III Tingkat Kecamatan Tamansari
11. Juara II Sepak Bola Tingkat SLTP se-Kota Tasikmalaya Tahun 2003
12. Juara III Bola Volly Tingkat SLTP se-Kota Tasikmalaya Tahun 2003
13. Juara I Senam Lantai se-Kota Tasikmalaya Tahun 2006
14. Juara I Senam Lantai se-Kota Tasikmalaya Tahun 2007
15. Juara I Senam Lantai se-Kota Tasikmalaya Tahun 2008
16. Juara II Vokal Group se-Kota Tasikmalaya Tahun 2008
17. Juara I Senam Lantai tingkat Provinsi Jawa Barat 2009
Di samping itu, pertumbuhan kesadaran masyarakat sekitar dalam pendidikan bagi putera-puterinya terdapat peningkatan. Hal ini di tunjukan oleh peserta didik pendaftar dan yang diterima di SMP Negeri 21 Tasikmalaya Kelas VII Tahun Pelajaran 2012/2013 menjadi 5 rombel dengan jumlah 184 siswa.
Grafik
Keadaan Peserta didik selama 6 tahun
Di usia 12 tahun ini, SMP Negeri 21 Tasikmalaya sedang memulai meningkatkan status sekolahnya dari sekolah potensial ke Rintisan Sekolah Standar Nasional (The Pioneering of National Standard School). Tentunya Kerja keras, keja cerdas, dan kerja tuntas dilandasi semangat kerja sama antara sekolah (guru, TAS, peserta didik, orang tua), pemerintah dan stakeholders lainnya, harus terjalin dengan kuat
Secara bertahap dan terus menerus, SMP Negeri 21 Tasikmalaya berbenah diri untuk mengejar menjadi Sekolah Standar Nasional (SSN). Ruh yang mendorong untuk itu di tuangkan dalam visi dan misinya. Visi SMP Negeri 21Tasikmalaya adalah ”Menjadi Lembaga yang Unggul dalam Akademik dan Non Akademik Berlandaskan Iman dan Taqwa dan Berbudaya Akhlak Mulia.
Upaya untuk menggapai cita-cita tersebut, maka 4 (empat) tahun ke depan, terdapat kegiatan prioritas 8 standar hasil EDS sementara yang direkomendasikan sebagai berikut:
Dalam rentang waktu 4 tahun ke depan (2012-2015) upaya peningkatan mutu melalui kegiatan di atas harus mejadi dasar berpijak keluarga besar SMP neger 21 Tasikmalaya. Jika kita tidak bisa melakukan seluruhnya, jangan ditinggalkan semuanya, dan bagaimana serta dari mana kita memulai maka sebuah ungkapan Mark Twain bisa menjadi inspirasi untuk kita semua: ”The secret of getting ahead is getting started. The secret of getting sarted is breaking your complex overwhelming tasks into small managebale ones-then starting on the first one.”
Oleh karena itu mari kita bulatan tekad :
o Pikirkan sebelum memutuskan. Karena terkadang, yang kita benci belum tentu buruk, pun yang kita suka belum tentu baik
o Tak ada yg tak mungkin selama kita yakin. Jangan pernah ragu dengan kemampuan yg ada. Berusaha dan berdoa.
o Jangan memulai sesuatu yang tak ingin kita selesaikan. Jangan menghentikan sesuatu yang belum kita selesaikan.
o Tak perlu kesempurnaan untuk bisa berbahagia. Karena bahagia sesungguhnya adalah ketika kita melihat apapun secara sempurna
o Sukses adalah pilihan. Mulailah hari dengan memutuskan, kemudian lanjutkan dengan tindakan.
”Faidza ’azamta fatawakal ’alalloh”.
Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita semua.
Selamat dan Sukses
BUPATI TASIKMALAYA RAIH PENGHARGAAN SATYALANCA PEMBANGUNAN DARI PRESIDEN RI
surat kabat "DiNAMIKA REVIEW"(Menyuarakan Kepentingan Umum)
Bupati Tasikmalaya, H. Uu Ruzhanul Ulum, menerima tanda kehormatan Satyalancana Pembangunan dari Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo. Penghargaan tersebut diterima Bupati secara langsung dari Presiden Joko widodo pada kegiatan Pekan Nasional Petani Nelayan ke-XV tahun 2017 yang digelar di Stadion Harapan Bangsa, Kota Banda Aceh, baru-baru ini. Kegiatan seremonial pembukaan dihadiri 38 ribu peserta dari seluruh provinsi, dari Aceh hingga Papua.
Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengatakan, sudah lama menunggu untuk datang ke acara Penas KTNA, yang mempertemukan nelayan dan petani seluruh Indonesia. Dengan adanya kegiatan tersebut, Jokowi mengaku dapat bertemu langsung dengan para petani dan nelayan. "Saya sangat senang sekali datang ke acara petani dan nelayan”, ucap Presiden. Presiden Jokowi menyampaikan satu nasihat untuk senantiasa menghormati kerja keras nelayan dan petani. "Dulu kita sering mendengar nasihat, kalau tidak ada petani yang bekerja keras, kita mau makan apa, kalau tidak ada nelayan yang bekerja keras, kita mau makan ikan apa“, jelas Jokowi.
Bupati mengungkapkan, penghargaan yang diterimanya pada hakikatnya adalah penghargaan untuk semua masyarakat Kabupaten Tasikmalaya khususnya para petani yang sudah bekerja keras untuk kemajuan daerah.“Penghargaan ini menjadi motifasi kami untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan kami bertekad untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, tegas Bupati.
Pemberian tanda kehormatan ini dituangkan dalam Keputusan Presiden No 48 tahun 2017 tentang Penganugrahan Tanda Kehormatan Satyalancana Pembangunan bagi mereka yang telah berjasa terhadap negara dan masyarakat dalam lapangan pembangunan negara pada umumnya atau dalam lapangan pembangunan di bidang tertentu pada khususnya. Satyalancana Pembangunan hanya dapat dianugerahkan 1 (satu) kali pada satu bidang jasa tertentu kepada warga negara Indonesia (bagi Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai prestasi/jasa dan telah memiliki masa kerja sekurang-kurangnya 10 tahun).
Bupati Tasikmalaya, H Uu Ruzhanul Ulum mengaku bangga dengan diterimanya Satyalencana Pembangunan tersebut, artinya pembangunan yang dilakukan di Kabupaten Tasikmalaya khususnya di bidang pertanian berhasil dan diakui oleh pemerintah pusat dalam hal ini Presiden. “Alhamdulillah, kami bersyukur apa yang telah kami lakukan bersama di Kabupaten Tasikmalaya di bidang pertanian mendapat ganjaran yang setimpal dari Presiden. Buktinya kami menerima penghargaan Satyalencana Pembangunan ini secara khusus dari Presiden”, ucap Bupati.
YULI(KABIRO KABUPATEN TASIKMALAYA)/IWAN RISWANTO
DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN TASIKMALAYA
DINAS KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA KABUPATEN TASIKMALAYA
Sabtu, 06 Mei 2017
BUPATI TASIKMALAYA BERSAMA KETUA MPR RI HADIRI MILAD PONPES CINTAWANA DAN SOSIALISASI EMPAT PILAR MPR RI
SURAT KABAR "DiNAMIKA REVIEW",KABUPATEN TASIKMALAYA
Bupati Tasikmalaya, H.Uu Ruzhanul Ulum bersama anggota DPRD Kab. Tasikmalaya, Anggota DPRD Kab. Ciamis, Anggota DPRD Kab. kuningan, Anggota DPRD Kab. Sukabumi, dan unsur terkait turut hadir dalam menyambut Ketua MPR RI, Dr. H. Zulkifli Hasan, S.E, M.M,. beserta para anggota DPR RI. Kunjungan tersebut dalam rangka menghadiri acara Milad Seratus Tahun Pondok Pesantren Cintawana Tasikmalaya dan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, yakni: 1). Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara, 2). Undang-undang Dasar Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, 3). Ketetapan MPR/ NKRI sebagai bentuk Negara, 4). Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara, Senin (10/4).
Kunjungan ketua MPR RI Dr. H. Zulkifli Hasan, S.E, M.M disambut Bupati Tasikmalaya karena selama ini Bupati menilai keberpihakan Pemerintah Pusat terhadap pondok pesantren dan sekolah-sekolah berbasis islam masih sangat minim. Kepedulian Pemerintah Pusat terhadap Pondok Pesantren sangat diperlukan, terutama bagi Pondok Pesantren yang tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar formal, hal ini untuk membantu kesejahteraannya.
“Perhatian Pemerintah Pusat terhadap Pondok Pesantren (Ponpes) terbilang masih minim. Sebagai bukti, belum ada anggaran khusus yang dialokasikan bagi kesejahteraan ponpes mudah-mudahan dengan kedatangan Ketua MPR ke sini ada dalam memori beliau dalam pembahasan anggaran dan ada kode rekening di APBN untuk Pondok Pesantren”, ujar Bupat
Menurut Ketua MPR, ada perlakuan yang berbeda terhadap sekolah islam, guru-guru agama, pondok pesantren dan sekolah umum termasuk dari segi gaji pendapatannya sehingga perlu adanya perhatian dari Pemerintah. “Pondok Pesantren dan sekolah yang berbasis agama islam memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sehingga pemerintah akan berupaya memperjuangkan mewujudkan kesetaraan antara sekolah yang berbasis agama dengan sekolah umum melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)”, tegas Ketua MPR.
yuli (kabiro kab.tasikmalaya)/iwan riswanto/agus wijaya
Jumat, 05 Mei 2017
RAKOR PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK (P2TP2A) DI KAB. TASIKMALAYA
SURAT KABAR "DiNAMIKA REVIEW",KABUPATEN TASIKMALAYA
Fenomena kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak saat ini telah menjadi masalah sosial yang serius yang terjadi di tengah masyarakat khususnya di Kabupaten Tasikmalaya. Hal tersebut terungkap dalam acara Rapat Koordinasi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di Kabupaten Tasikmalaya Tahun Anggaran 2017 yang berlangsung di Rumah Makan Saung Singaparna 2 Cintaraja Sinagaparna, baru-baru ini.
Acara tersebut dibuka Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Tasikmalaya H.Wawan R Efendi, SE.,MM., diikuti oleh 40 undanagn yang terdiri dari unsur SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Puskesmas, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Kementerian Agama, Kepolisian, dan unsur perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Dalam sambutannya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Tasikmalaya, mengatakan, Rapat Koordinasi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) merupakan upaya untuk lebih meningkatkan koordinasi dan sinergi program lintas sektoral dalam upaya penanganan dan pemberdayaan terhadap perempuan dan anak korban tindak kekerasan khususnya yang berada di Kabupaten Tasikmalaya sehingga menghasilkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pelayanan Terpadu bagi Perempuan dan Anak korban kekerasan di Kabupaten Tasikmalaya . “SPM merupakan tolak ukur kinerja pemerintah dalam memberikan penanganan terhadap perempuan dan anak korban tindak kekerasan lebih terarah, lebih terinci dan lebih baik”, ujarnya.
Menanggapi kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, di samping peningkatan koordinasi lintas sektoral sebagai kunci keberhasilan P2TP2A, yang perlu diperhatikan adalah peningkatan kemampuan pengelolaan. “Kemampuan pengelola P2TP2A diperlukan dalam penanganan korban tindak kekerasan terutama dalam sistem pencatatan dan pelaporan sebagai data base dalam penanganan pelaporan kejadian,” terangnya.
Menurut Kepala Bidang Perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Tasikmalaya Yayah Wahyuningsih, korban kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan dan anak diketahui dari laporan yang diterima dari masyarakat. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Tasikmalaya mencatat, terdapat 65 kasus pelecehan dan kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Tasikmalaya. Dari jumlah kasus tersebut paling banyak dalam pelecehan, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), penelantaran anak dan penganiayaan, terjadi hampir di seluruh Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya antara lain di Kecamatan Mangunreja, Singaparna, Ciawi, Sukaresik dan mangunreja.
Kepala Bidang Perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Tasikmalaya menambahkan, kendala dalam menekan kekerasan terhadap anak dan perempuan itu adalah banyaknya korban yang tidak melapor dan memilih penyelesaian kasus dengan cara kekeluargaan. “P2TP2A harus secara intensif melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar sikap menyelesaikan kasus secara damai dari masyarakat dapat diatasi sehingga penanganannya dapat cepat dilakukan,” ujarnya.
yuli (kabiro kab.tasikmalaya)/iwan riswanto/agus wijaya
Langganan:
Postingan (Atom)




